Minggu, 14 November 2010

PEMASARAN STRATEGI

Pemasaran Strategi

Suatu produk yang telah berhasil diproduksi biasanya membutuhkan jasa distribusi untuk memasarkannya. Produk yang telah dihasilkan tersebut tidak bisa mencari konsumen sendiri. Oleh karena itu dibutuhkan pemasaran strategi yang tepat agar suatu produk sukses dipasarkan di market. Salah satu pemasaran strategi yang sedang marak digunakan saat ini adalah dengan cara melakukan promosi. Faktor keberhasilan dari suatu pemasaran sangat ditentukan dari bagaimana promosi dilakukan. Jika promosi dilakukan dengan tepat sasaran, maka akan menghasilkan penjualan yang sangat signifikan. Terutama pada saat ini dengan adanya perkembangan teknologi yang sedemikian pesat, promosi telah menjadi dan menjelma senjata ampuh yang dapat dilakukan secara lebih moderen.
Salah satu yang menjadi tolak ukur keberhasilan dari promosi suatu produk adalah jika produk tersebut dapat dikenal lebih dekat oleh konsumen tentang bagaimana keunggulannya, bagamana cara mendapatkannya, dan faktor yang amat sangat penting, yaitu apakah produk tersebut memiliki harga yang kompetitif. Adapun peranan promosi secara lebih lengkap adalah:
Memberitahukan kepada khalayak ramai tentang adanya barang atau produk atau jasa baru yang telah launching.
Memberitahukan tentang mutu dan nilai lebih dari produk itu sendiri.
Memberitahukan dan menyebarluaskan tentang manfaat yang akan didapatkan jika menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan.
Melaksanakan promosi dengan tepat sasaran adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan. Dalam melakukan promosi harus disesuaikan dengan keadaan perusahaan. Dianatara keadaan dan faktor yang harus dipertimbangkan adalah budget yang dimiliki oleh perusahaan. Jika budget terbatas maka salah satu solusi alternative yang dapat dilakukan adalah dengan cara menentukan metode promosi yang tepat dengan hasil yang maksimal dengan penyesuaian budget yang telah dimiliki.
Perubahan iklim bisnis di dunia kian hari akan kian bergerak sangat cepat dan dinamis. Dan semua perubahan tersebut biasanya saling berkaitan antara satu bagian dengan bagian lainnya. Oleh karena itu, metode pemasaran juga harus dilakukan dengan cara moderenisasi dan selalu dilakukan pembeharuan setiap saat. Pemasaran strategi begitu penting dalam menentukan keberhasilan penjualan produk dari suatu perusahaan umumnya dan khususnya pada bidang bagian pemasaran. Pemasaran strategi, juga harus memberikan gambaran yang cukup jelas dan mempunyai arah yang jelas agar dapat menggunakan setiap peluang dan panduan yang tepat sasaran pada beberapa peluang sasara pasar yang akan dibidik.
Pengertian Pemasaran dan Strategi
Pada dasarnya kegiatan dan pengertian pemasaran berbeda jika dibandingkan dengan kegiatan sejenis seperti kegiatan perdagangan, penjualan dan transaksi yang dilakukan. Definisi pemasaran yang dikutip dari buku yang berjudul ‘Marketing Management Analysis’ karangan dari Philip Kotler menyatakan pengertian pemasaran adalah “Suatu proses sosial, dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan, dan mereka inginkan dengan menciptakan dan mempertahankan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya”. Kemudian pengertian lain pemasaran yang dikutip dari sumber American Marketing Association tahun 1960, menyatakan bahwa pemasaran dapat diartikan sebagai “Pelaksanaan dunia usaha yang mengaarahkan arus barang-barang dan jasa-jasa dari produsen ke konsumen atau pihak pemakai. Defenisi ini hanya menekankan aspek distribusi ketimbang kegiatan pemasaran. Sedangkan fungsi-fungsi lain tidak diperlihatkan, sehingga kita tidak memperoleh gambaran yang jelas dan lengkap tentang pemasaran”

Objek Market atau Sasaran Pemasaran
Setiap produk yang telah diproduksi memiliki pasar yang spesifik masing-masing, oleh karena itu beberapa tahun terakhir ini, perusahaan menyadari bahwa tidak mungkin dapat meraih semua khalayak pasar. Agar dapat lebih berhasil, maka perusahaan mentarget market dengan jangkauan yang lebih spesifik. Oleh karena itu sasaran pemasaran dapat diartikan sebagai sebuah pasar dimana terdapat konsumen yang strategis dan potensial, sesuai dengan kebutuhan yang dapat dipecahkan dengan adanya produk yang ditawarkan, sehingga konsumen strategis tersebut dapat ikut dalam transaksi jual beli, sehingga konsumen juga puas dengan pembelian produk yang telah dilakukan, begitu juga profit yang besar yang akan diterima oleh pihak perusahaan.
Seperti yang disinggung pada paragraph pertama, konsumen yang berada dipasaran adalah sangat beragam dan sangatlah heterogen. Oleh karena itu, pihak pemasaran perusahaan perlu memilah konsumen tersebut sehingga lebih mengerucut dan lebih spesifik. Dengan adanya pasar yang lebih spesifik yang akan ditarget, maka peluang untuk mendapatkan peluang penjualan yang lebih sukses akan lebih mudah dicapai. Dengan adanya hal ini juga akan membantu perusahaan untuk lebih mudah menentukan pemasaran strategi sehingga dapat melakukan pengembangan produk yang lebih cepat dan tepat sesuai dengan kebutuhan konsumen atau pelanggan. Pengembangan produk dengan benar dengan adanya market yang spesifik dapat meliputi penentuan strategi yang lebih cepat dalam menentukan strategi apa untuk periklanan dan distribusi produk, dan mencari win-win solution yang lebih efisien dan efektif agar dapat membandrol harga produk lebih murah ketika dibeli oleh konsumen.
Target pasar atau objek market dapat didefinisikan sebagai kumpulan pembeli atau konsumen yang secara lebih diperkecil atau spesifik untuk dijadikan sasaran untuk pemasaran produk bagi sebuah produsen dimana dalam hal ini adalah perusahaan itu sendiri.
Agar sasaran pasar dapat diraih dengan baik, maka diperlukan strategi pemasaran yang baik, oleh karena itu terdapat beberapa langkah pentng yang perlu dipertimbangkan dan menjadi perhatian serius yaitu:
1. Pengkategorikan Market
Pengkategorikan market ini lebih sering dikenal dengan istilah segmentasi pasar. Dimana dapat diartikan sebagai kegiatan membagi-bagi pasar asalnya dapat diartikan bersifat heterogen menjadi satu-satuan menjadi pasar yang lebih bersifat homogen sehingga dapat lebih mudah untuk dianalisis. Dari penjelasan definisi tersebut, sudah dapat dipastikan bahwa pasar dalam dunia real adalah dalam keadaan heterogen.Oleh karena itu, tidak mungkin dapat merangkul mereka semua, dan sebagai implikasinya harus ditentukan secara lebih spesifik untuk penjualan produk suatu perusahaan.
Kemudian falsafah manajemen pada dasarnya semuanya pada akhirnya berorientasi kepada konsumen. Segmentasi pasar sangatlah penting diterapkan guna membantu kegiatan pemasaran agar dapat dilakukan lebih terarah, dan semua modal sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan dengan perolehan hasil yang lebih optimal dengan tujuan utama akhirnya konsumen dapat terlayani dengan memuaskan.
Untuk melakukan segmentasi pasar, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan, kriteria penting tersebut diantarannya adalah:
Kriterian yang bersifat terukur atau lebih akrab dengan istilah yang diberi nama ‘Mesurable’, kriteria ini dengan maksud agar segmen pasar dapat diukur yang meliputi baik luas segmen market maupun besarnya segmen pasar daya beli dari konsumen.
Kriteria ke-dua adalah yang bersifat terjangkau, atau lebih dikenal dengan istilah ‘Accessible’, kriteria ini dengan maksud agar segmen pasar yang terdiri atas konsumen dapat dianalisis dan dicapai agar dapat diberikan layanan dan kebutuhan yang memuaskan kepada konsumen.
Kriteria ke-tiga adalah hal yang bersifat cakupan pasar yang cukup luas, atau lebih dikenal dengan istilah ‘Nilai substantial’, kriteria ini dengan maksud untuk meraih keuntungan yang optimal dari pembeli.
Kriteria yang terakhir adalah haru mempertimbangkan hal yang bersifat ‘Actjonable’ atau dalam pengertian dapat dikerjakan dan dilaksanakan dalam prakteknya. Kriteria ini dengan dengan tujuan agar semua program yang telah deplaning dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Dalam menentukan strategi kebijakan segmentasi market untuk pemasaran produk tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Kebijakan pensegmenan tersebut harus didasarkan pada kriteria tertentu. Diantara kriteria tertentu yang dimaksud adalah terdiri atas pensegmenan objek konsumsi dan objek industry. Berikut beberapa poin penting yang dapat digunakan sebagai rujukan untuk melakukan segmentasi:
Segmentasi pasar yang dilakukan dengan landasan tata demografis dari suatu daerah. Dalam melakukan segmentasi dengan mempertimbangkan faktor demografis dapat dilakukan dengan menspesifikasikan pasar pada kriteria jenis kelamin, besarnya income dari para konsumen, agama yang dianut, tingkat jenjang pendidikan, jenis pekerjaan yang mayoritas di daerah yang disurvei dan masih banyak lagi.
Segmentasi yang dilakukan berdasarkan atas faktor psychografis. Pensegmentasian berdasarkan faktor psychografis dapat dilakukan dengan mengkategorikan market terdiri atas klasifikasi motif atau alas an dasar terjadinya pembelian yang dilakukan oleh konsumen, gaya hidup yang kebanyakan sedang buming yang terjadi saat ini, kelas sosial atas konsumen yang menjadi target sasaran produk, dan berbagai hal pendukung lainnya seperti ciri-ciri kepribadian yang dimiliki oleh para konsumen.
Segmentasi yang terakhir yaitu segmentasi yang didasarkan pada letak konsumen di daerah tertentu dengan tinjauan secara geografis wilayah. Tentunya tidak mungkin memasarkan produk tungku pemanas (heater) di wilayah tropis dimana memiliki suhu yang panas. Heater akan laku untuk daerah dengan memiliki iklim yang dingin.Kemudian penggolongan segmentasi atas pertimbangan faktor geografis juga dapat dilakukan dengan cara melihat pertimbangan seperti letak konsumen apakah di kota, di desa, di kabupaten, di propinsi, atau target yang lebih luas Negara atau nasional atau bahkan hingga pasar tingkat internasional. Dengan melihat dan mencari faktor-faktor yang mendukung untuk mensukseskan terjadinya penjualan maka perusahaan akan lebih mengerti akan selera pasar sesuai di tiap-tiap daerah.
2. Menetapkan Objek dari Market
Penentuan sasaran dari market sangatlah penting bagi perusahaan untuk membantu dalam menentukan segmen pasar yang lebih spesifik untuk dimasuki perusahaan untuk pemasaran produknya. Adapun langkah pertama yang dapat dilakukan untuk melakukan dan menetapkan objek pasar yang dituju adalah dengan cara melakukan penilaian dan perhitungan keuntungan dari berbagai segmen yang telah disurvei sebelumnya.
Hambatan yang mungkin dapat terjadi dalam menentukan segmen pasar, adalah diantaranya kegagalan dalam menentukan segmen pasar itu sendiri. Jika hal ini terjadi, maka langkah pertama yang dapat dilakukan adalah dengan cara melakukan analisis untuk melakukan penilaian terhadap potensi profit dari berbagai segmen yang telah dimiliki. Dalam hal ini, maka yang diperlukan adalah pemahaman dan kecerdikan dalam melihat peluang serta juga memahami teknik-teknik untuk mengukur keunggulan pasar dan mampu memprediksikan tentang permintaan dan kebutuhan untuk di masa depan.
Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk dapat menetapkan target pasar secara tepat sasaran:
Melakukan konsentrasi terhadap pasar tunggal, dalam hal ini kegiatan yang dapat dilakukan adalah dengan cara melakukan pemusatan kegiatan dengan pada satu bagian daripada pasar yang ditarget.
Menerapkan metode dengan mengaplikasikan konsep terhadap spesialisasi terhadap produk yang lebih spesifik. Sebagai contoh berjualan suatu perusahaan yang memproduksi notebook, maka perusahaan tersebut mengusahakan agar perusahaan tersebut dikenal sebagai perusahaan yang hanya memasarkan dan memproduksi notebook yang bonafit.
Selain itu, hal terpenting yang harus dilakukan adalah dengan cara memperkecil pasar untuk produk yang spesifik. Contoh perusahaan yang memproduksi laptop dengan modifikasi yang diperuntukan kalangan mahasiswa dan pelajar. Maka perusahaan tersebut lebih fokus untuk memuaskan konsumen dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
Melakukan analisis secara keseluruhan, dengan cara ini diharapkan agar sekecil celah kesalahan dapat diatasi dan dapat diketahui, dan segera dapat dicarikan solusinya.
3. Melakukan Riset Penempatan Produk

Dalam hal ini untuk mencangkup kegiatan dengan merumuskan untuk menepatkan produk dalam pasar saingan dan menetapkan penepatan produk yang lebih spesifik. Penempatan produk dapat didefinisikan sebagai tindakan mendisain dan merancang objek produksi dan menetapkan perancangan pemasaran agar dapat memberikan kesan diingatkan memori konsumen. Untuk setiap segmen pasar memiliki karakteristik tersendiri, oleh karena itu diperlukan strategi yang unik pula untuk setiap segmen pasar yang dibidik. Dengan kata lain, untuk setiap segmen pasar memiliki kedudukan posisi tertentu untuk setiap produk. Dan yang terpenting adalah tentang tanggapan dan persepsi pembeli tentang hal posisi yang dimiliki oleh setiap hasil produksi di market.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar