Selasa, 03 Januari 2012

Awas Jika Dada Sesak Mendadak


Ketika pelawak Basuki dan aktor yang juga anggota DPR, Adjie Massaid, meninggal, banyak pihak yang terkejut. Soalnya, kedua figur publik itu bisa dibilang menjalani hidup yang sangat sehat. Bahkan, keduanya wafat hanya beberapa jam setelah berolahraga.

“Ini yang sering disalahpahami, seolah orang kena serangan jantung karena berolahraga. Padahal, itu hanya pemicunya,” kata Dr Muhammad Yamin, Sp.JP(K), FACC, FSCAI, ahli utama kardiovaskuler dari Eka Hospital BSD City, Tangerang, saat peresmian pusat unggulan untuk penyakit kardiovaskuler di rumah sakit tersebut.

Pada kasus dua figur publik itu, kemungkinan bibit-bibit masalah jantung sudah ada, baik disadari maupun tidak. “Hanya sering kali tidak dirasakan, begitu terasa juga disangka masuk angin, lalu dikerok, ditunggu. Padahal, dalam penyakit jantung, dikenal time is muscle. Semakin banyak waktu terbuang, semakin banyak otot jantung yang rusak,” kata Yamin.

Ahli jantung yang juga berpraktek di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini mengatakan, dalam waktu dua jam sejak serangan pertama, sebanyak 50 persen otot jantung bisa rusak. Kerusakan otot jantung yang kecil sekalipun sangat berarti karena, seperti juga otak, jantung adalah organ yang harus terus bekerja dan berdetak tanpa istirahat.

Penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama kematian (Survei Kesehatan Rumah Tangga 1995). Demikian pula menurut Euro Heart Survey, dari total perawatan rumah sakit, sekitar 43,2 persen merupakan penyakit jantung koroner (PJK). Kejadian serangan jantung nonfatal dan kematian dalam enam bulan sebanyak 13 persen. Di Amerika Serikat, dari total kematian mendadak sebanyak 400 ribu, 90 persennya merupakan PJK.

Bagaimana dengan Indonesia? Yamin menyebutkan, saat ini, pada kelompok kematian jantung mendadak, 80 persen diakibatkan oleh PJK, 15 persen akibat kardiomiopati atau masalah pada otot dan fungsi elektrik jantung, 5 persen lagi disebabkan oleh hal lain.

“Banyak orang yang meyakinkan diri bahwa kondisinya baik-baik saja, padahal sudah ada masalah jantung yang tersembunyi,” kata Thomas R. Behrenbeck, M.D., Ph.D, SCCP, ahli jantung dari Mayo Clinic yang bermitra dengan Eka Hospital.

Penyakit jantung koroner adalah penyumbatan yang terjadi di pembuluh darah yang memberi makan otot jantung (pembuluh koroner). Biasanya disebabkan oleh proses penimbunan lemak atau aterosklerosis.

Faktor yang mempermudah risiko, misalnya hipertensi, merokok, diabetes, kolesterol tinggi, dan kegemukan. Aterosklerosis atau plak mengakibatkan pasokan oksigen dan makanan ke otot jantung menjadi sangat lemah. Otot jantung mengalami kelaparan asupan energi yang sering disebutiskemia.

Setelah bisa memahami dan mengendalikan semua faktor risiko yang mungkin ada, hal lain yang harus diwaspadai adalah munculnya nyeri dada yang tiba-tiba. Pada PJK, nyeri dada bisa muncul mulai di belakang tulang dada dan menjalar ke leher, dari dada menjalar ke bahu dan dada, dari dada menjalar ke rahang, dari dada bawah ke ulu hati (sering disangka sakit maag), di punggung, dan di antara dua belikat.

“Rasanya akan seperti nyeri akibat ada sesuatu yang menekan atau mengimpit dan berlangsung selama lebih dari 30 menit. Disertai gejala berkeringat di seluruh tubuh, mual dan muntah, serta sesak napas,” kata dr Frenky Yesaya Siahaan, Sp.BTKV, ahli jantung dari Eka Hospital.

Menurut Behrenbeck, penanganan dini pasien yang terkena serangan jantung sangat penting. Di Indonesia, yang belum memiliki sistem kedaruratan seperti di AS, bisa dibuat pengajaran kepada sebanyak mungkin orang agar mengetahui apa yang harus dilakukan saat tanda-tanda serangan jantung terjadi.

Apa Hubungan Posisi Tidur dengan Kepribadian?


Apa pun posisi tidur yang Anda sukai, para ahli meyakini bahwa posisi tersebut bisa mengungkapkan beberapa tanda. Menurut Profesor Chris Idzikowskia, pakar tidur dari Sleep Assessment and Advisory Service, ditemukan adanya korelasi antara posisi tidur dan sifat-sifat kepribadian.

Selain mengidentifikasi berbagai posisi tidur yang umum, yakni posisi janin (foetus), log, yearner, soldier, starfish, dan freefall,Idzikowskia yakin bahwa seaneh apa pun posisi tidur kita bisa berdampak pada kesehatan, baik maupun buruk.

Berikut berbagai posisi tidur dan analisisnya, silakan cek apakah analisis tersebut benar atau tidak.

Foetus (janin)
“Mereka yang tidur bergulung seperti posisi janin dideskripsikan sebagai orang yang tampak tangguh dan kuat dari luar, tapi memiliki hati yang sensitif. Mereka pemalu ketika pertama kali bertemu seseorang, tapi selanjutnya akan merasa rileks. Posisi janin adalah posisi yang paling umum dan kebanyakan wanita mengadopsi posisi ini ketimbang pria.

Starfish
Berbaring dengan punggung, sementara tangan berada di sekitar bantal. Mereka yang tidur dengan posisi ini bisa berteman dengan baik karena mereka selalu siap mendengarkan dan menawarkan bantuan ketika diperlukan. Mereka umumnya tidak suka menjadi pusat perhatian.

Freefaller
Berbaring telungkup dengan kedua tangan di sekitar bantal, sementara kepala menghadap ke salah satu sisi. Orang ini suka berteman, tapi kerap bersikap kurang sopan. Di sisi lain ia juga bisa menjadi penakut, tidak suka dikritik, atau situasi yang ekstrem.

Soldier
Berbaring dengan punggung Anda sementara kedua tangan berada di kedua sisi tubuh. Mereka yang tidur dengan posisi ini umumnya adalah orang yang tenang. Mereka tidak suka keributan, tapi menetapkan dirinya sendiri dan orang-orang lain dengan standar yang tinggi.

Yearner
Orang yang tidur miring ke salah satu sisi dengan kedua tangan di depan dikatakan sebagai orang yang terbuka, tapi bisa menjadi seorang yang sinis dan mencurigakan. Mereka sering lambat dalam memutuskan sesuatu, tapi ketika keputusan sudah dibuat mereka tidak akan pernah mengubahnya lagi.

Log
Tidur dengan posisi miring, sementara kedua tangan berada di samping tubuh. Mereka adalah orang yang easy going, manusia sosial yang suka menjadi bagian dari keramaian dan percaya kepada orang asing. Tapi kemungkinan mereka juga mudah tertipu.

Cara Kiwi Menjaga Tekanan Darah


Mengkonsumsi buah-buahan, terutama kiwi, memang baik untuk kesehatan. Sebuah studi baru-baru ini menjelaskan bahwa mengkonsumsi setidaknya 3 buah kiwi dalam sehari akan membantu Anda menjaga tekanan darah.

Seperti dikutip dari laman The Huffington Post, Sabtu, 19 November 2011, penelitian dari American Heart Association menemukan kandungan buah berwarna hijau itu mampu menurunkan tekanan darah tinggi.

Dalam penelitian itu, setidaknya 118 orang pria dan wanita yang berumur di atas 55 tahun diobservasi. Mereka yang jadi responden umumnya menderita tekanan darah tinggi.

Peneliti lalu membaginya menjadi dua kelompok. Satu memakan tiga buah kiwi dalam sehari selama delapan minggu. Sisanya memakan sebuah apel dalam sehari untuk delapan minggu.

Selama periode penelitian, akhirnya diketahui bahwa mereka yang mengkonsumsi kiwi memiliki tekanan darah yang lebih rendah dibandingkan yang memakan apel.

Para peneliti mengatakan, kiwi kaya akan lutein yang memiliki sifat antioksidan. Berdasarkan para peneliti terdahulu, diketahui bahwa radikal bebas berhubungan dengan penyebab tekanan darah tinggi. Dan antioksidan dipercaya dapat menangkal radikal bebas.

Kemudian informasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian Amerika Serikat melalui Journal of the American College of Nutrition pada 2007 silam menyebutkan bahwa kiwi merupakan buah dengan kandungan antioksidan tertinggi, sama juga seperti anggur dan blueberris.

Seret Informasi Bisa Picu Remaja Obesitas

Kegemukan atau obesitas saat ini sudah menjadi masalah global pada segala usia, termasuk di Indonesia. Tengok saja, Riset Kesehatan Dasar 2010 menunjukkan 14 persen anak di bawah lima tahun di Tanah Air mengalami obesitas. Tingkat obesitas tertinggi terjadi di Ibu Kota, yakni mencapai 19,6 persen, disusul Sumatera dengan angka 18,3 persen. Riset lain, seperti dilakukan Himpunan Studi Obesitas Indonesia (2004), menyebutkan obesitas pada pria Indonesia mencapai 9,16 persen, sedangkan pada perempuan sekitar 11,2 persen. 

Temuan-temuan itu layak dipelototi. Sebab, tak sekadar tak sedap dilihat, obesitas juga berkelit berkelindan dengan sejumlah penyakit, seperti jantung, diabetes, dan hipertensi.

Menurut dokter Edward E. Tambunan, spesialis ilmu kedokteran olahraga, masalah obesitas pada remaja umumnya berakar dari masa kanak-kanak. Celakanya, acap kali orang tua tak menyadari hal itu. "Banyak orang tua yang punya informasi terbatas soal pola hidup sehat dan menularkan kepada anak-anak mereka," kata Edward, yang dihubungi Jumat lalu saat meninjau kegiatan para atlet SEA Games di Palembang.

Sekadar contoh, masih banyak orang tua yang menjadikan makanan sebagai hadiah atau iming-iming saat anaknya memiliki masalah emosional. Misalnya, saat anak rewel, agar dia mau berhenti, orang tua menjanjikan makanan ini atau itu. Janjinya, antara lain, membawa si anak menikmati junk food, yang aslinya tidak sehat bagi kesehatan. Buntutnya, asupan makanan pada si anak menjadi tidak terkontrol.

Di samping asupan kalori yang semakin besar dan tak terkendali, sebaliknya Edward melihat anak-anak Indonesia makin jarang bergerak. "Pelajaran olahraga sudah tak cukup untuk memenuhi kebutuhan anak-anak kita bergerak," katanya mengingatkan.

Sejatinya, ada banyak cara memutus jerat obesitas. Sayangnya, informasi tersebut kerap kali tak masuk secara benar di benak para remaja. Penelitian yang dilakukan Philadelphia Youth Risk Behavioral Survey, Amerika Serikat, terhadap 44 ribu remaja di sana, yang hasilnya dilansir dua pekan lalu, menunjukkan hal itu. Banyak responden yang mengalami obesitas hanya punya sedikit pemahaman ihwal bagaimana menurunkan berat badan dengan cara yang sehat dengan perhitungan antara kalori dan olahraga.

Tiga dari empat remaja yang obesitas, demikian survei itu menyebutkan, telah berusaha menurunkan berat badan, tapi mereka juga masih merokok. Besar kemungkinan mereka menganggap merokok merupakan salah satu cara menurunkan berat badan. Padahal anggapan serupa itu salah.

Temuan lain, anak perempuan yang mencoba menurunkan berat badan biasanya menghabiskan 60 menit untuk aktivitas fisik, tapi mereka juga mengkonsumsi minuman bersoda. Menurut Clare Lenhart, kandidat doktoral dalam kesehatan masyarakat dari Temple University in Philadelphia, yang terlibat dalam penelitian ini, paduan seperti itu tidak tepat. "Sekaleng soda mengandung cukup banyak kalori yang bisa mengembalikan semua yang telah dihilangkan oleh aktivitas fisik tersebut," katanya.

Di sisi lain, anak lelaki yang ingin menurunkan berat badan umumnya tak suka berolahraga, tapi malah menghabiskan sekitar tiga jam sehari untuk bermain video game. Jelas, cara ini tak akan efektif melawan obesitas. "Banyak remaja tak tahu bagaimana kalori bisa dibakar dengan olahraga," kata Yolandra Hancock, dokter anak di Children's National Medical Center, Washington.

Selain menekankan pentingnya olahraga, ia menyorongkan info hidup sehat dengan pola 5-2-1-0 untuk mengatasi obesitas. Pola ini berarti lima porsi buah dan sayur, dua jam atau kurang untuk menonton televisi atau bermain video game, satu jam aktivitas fisik, dan sesedikit mungkin atau tidak sama sekali menenggak minuman manis

Lima Cara Mengurangi Sakit Punggung


Menurut sebuah studi yang dilakukan di Amerika Serikat, 8 dari 10 orang pasti mengalami sakit punggung. Kebanyakan dari mereka adalah perempuan yang pernah melewati masa kehamilan. Berikut ini lima cara cepat mengurangi sakit punggung:

1. Makan Brokoli

Kalsium adalah zat terpenting yang dibutuhkan untuk memperkuat tulang. Namun menurut sebuah studi di Jepang, ada zat lain yang dibutuhkan tulang di samping kalsium, yaitu vitamin K. Vitamin ini terdapat pada sayuran hijau, salah satunya brokoli dan bayam.

2. Kurangi membawa beban berat

Jangan pernah membawa beban seperti tas dan benda apa pun yang beratnya lebih dari 10 persen dari berat Anda. Gunakan tali tas yang panjang apabila Anda harus membawa beban lebi berat, dan selempangkan melintasi dada dan bahu. Selain itu pindahkan dari kiri ke kanan dalam beberapa menit.

3. Posisi tidur yang benar

Kasur yang keras tidak begitu bagus untuk punggung Anda. Sebuah studi di Spanyol menyatakan orang yang tidur di kasur yang lebih lembut jarang yang menderita sakit punggung. Penggunaan bantal sebaiknya juga tidak terlalu tinggi. Karena tulang leher akan menekuk dan ini dapat menyebabkan sakit pada punggung.

4. Latih otot perut agar kuat

Memiliki otot perut inti yang kuat dapat melindungi punggung dari cedera. Tidak hanya perut, melatih otot panggul 2 sampai 3 kali seminggu juga dapat melindungi punggung dari cedera.

5. Latih postur tubuh dengan posisi yang benar

Duduk di kursi dengan posisi yang benar selama kurang lebih 8 menit. Pastikan punggung bersandar lurus pada kursi. Atau latih kekuatan punggung dengan menggunakan bola penstabil kurang lebih 20 menit.

Posisi Tidur Bisa Tentukan Suasana Hati Posisi Tidur Bisa Tentukan Suasana Hati

Suasana hati seseorang memang  bisa diperoleh dengan berbagai cara. Termasuk pada posisi tidur. Posisi tidur yang salah bisa bikin badan pegal dan membuat uring-uringan sepanjang hari. 

Sebuah penelitian yang digelar Premier Inn terhadap 3.000 responden menunjukkan, bila seseorang ingin mendapatkan suasana hati yang baik selama seharian, tidurlah sebelah kiri tempat tidur.

Menurut mereka, orang-orang yang cenderung tidur di sebelah kiri kasur akan tampak lebih bahagia dibanding pasangan mereka yang tidur di sebelah kanan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa orang yang tidur di sebelah kiri umumnya lebih ceria, berpikiran positif, dan mampu mengatasi beban pekerjaan dan stres setiap hari.

"Secara jelas penelitian ini menunjukkan pola antara sisi tempat tidur dan suasana hati ketika terbangun. Jadi benar jika ada pepatah mengatakan bahwa bangun dari posisi tempat tidur yang salah," ujar Claire Haigh, juru bicara Premier Inn.

Lebih dari seperempat responden yang tidur di sebelah kiri di kasur memiliki pemikiran positif mengenai kehidupannya secara umum dibandingkan hanya 18 persen responden yang tidur di sebelah kanan kasur yang merasakan hal serupa.

Dua per tiga responden yang tidur di sebelah kiri kasur juga mengungkapkan bahwa mereka merasa lebih tenang dari pasangan mereka ketika mereka menghadapi krisis dan cenderung lebih percaya diri.

Selain itu, mereka juga lebih cenderung memiliki pekerjaan tetap. Sekitar 31 persennya mengakui mereka lebih mencintai pekerjaannya dibandingkan dengan 18 persen responden yang tidur di sebelah kanan kasur.

Namun, sebaiknya jangan lantas terburu-buru ingin meminta bertukar posisi tidur dengan pasangan. Menurut penelitian, responden yang tidur di sebelah kanan kasur cenderung mendapatkan lebih dari sisi kehidupan mereka dibandingkan pasangannya.

2012

Tren Kesehatan 2012: Makanan Organik  
Tahun 2012 sudah di depan mata. Tren hidup sehat Indonesia yang semarak dalam beberapa tahun terakhir diperkirakan masih akan bertahan. Bahkan, makin banyak masyarakat yang beralih ke sajian makanan sehat berbasis organik.

Yang cukup menggembirakan adalah meningkatnya kesadaran para pelaku bisnis untuk menghadirkan makanan sehat berbahan organik. Makanan jenis ini adalah makanan yang tumbuh secara alami tanpa bantuan pupuk kimia atau obat pestisida. Begitupun dengan ikan dan daging-dagingan yang dibesarkan tanpa bantuan obat.

Jenis bahan dasar tersebut memang memerlukan perlakuan yang khusus. Itu mengapa bahan baku makanan itu sulit ditemukan di pasaran dan terbilang mahal. “Karenanya beberapa petani di Lembang dan Sukabumi mulai menanam jenis makanan tersebut,” ujar pengamat kuliner, Arie Parikesit.

Meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi makanan sehat juga terlihat dari kecenderungan mereka untuk menghindari makanan kaya lemak, berkolesterol, dan makanan yang diolah dengan teknik gorengan. “Makanan yang direbus, dikukus, dan dibakar akan makin diminati masyarakat,” katanya.

Kesadaran akan makanan sehat juga tercermin dari kecenderungan masyarakat untuk mengurangi konsumsi nasi. Namun, Arie mengakui makanan pengganti untuk itu, seperti kentang, masih sulit diterima karena dinilai tidak mengeyangkan.