Selasa, 03 Januari 2012

Cara Kiwi Menjaga Tekanan Darah


Mengkonsumsi buah-buahan, terutama kiwi, memang baik untuk kesehatan. Sebuah studi baru-baru ini menjelaskan bahwa mengkonsumsi setidaknya 3 buah kiwi dalam sehari akan membantu Anda menjaga tekanan darah.

Seperti dikutip dari laman The Huffington Post, Sabtu, 19 November 2011, penelitian dari American Heart Association menemukan kandungan buah berwarna hijau itu mampu menurunkan tekanan darah tinggi.

Dalam penelitian itu, setidaknya 118 orang pria dan wanita yang berumur di atas 55 tahun diobservasi. Mereka yang jadi responden umumnya menderita tekanan darah tinggi.

Peneliti lalu membaginya menjadi dua kelompok. Satu memakan tiga buah kiwi dalam sehari selama delapan minggu. Sisanya memakan sebuah apel dalam sehari untuk delapan minggu.

Selama periode penelitian, akhirnya diketahui bahwa mereka yang mengkonsumsi kiwi memiliki tekanan darah yang lebih rendah dibandingkan yang memakan apel.

Para peneliti mengatakan, kiwi kaya akan lutein yang memiliki sifat antioksidan. Berdasarkan para peneliti terdahulu, diketahui bahwa radikal bebas berhubungan dengan penyebab tekanan darah tinggi. Dan antioksidan dipercaya dapat menangkal radikal bebas.

Kemudian informasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian Amerika Serikat melalui Journal of the American College of Nutrition pada 2007 silam menyebutkan bahwa kiwi merupakan buah dengan kandungan antioksidan tertinggi, sama juga seperti anggur dan blueberris.

Seret Informasi Bisa Picu Remaja Obesitas

Kegemukan atau obesitas saat ini sudah menjadi masalah global pada segala usia, termasuk di Indonesia. Tengok saja, Riset Kesehatan Dasar 2010 menunjukkan 14 persen anak di bawah lima tahun di Tanah Air mengalami obesitas. Tingkat obesitas tertinggi terjadi di Ibu Kota, yakni mencapai 19,6 persen, disusul Sumatera dengan angka 18,3 persen. Riset lain, seperti dilakukan Himpunan Studi Obesitas Indonesia (2004), menyebutkan obesitas pada pria Indonesia mencapai 9,16 persen, sedangkan pada perempuan sekitar 11,2 persen. 

Temuan-temuan itu layak dipelototi. Sebab, tak sekadar tak sedap dilihat, obesitas juga berkelit berkelindan dengan sejumlah penyakit, seperti jantung, diabetes, dan hipertensi.

Menurut dokter Edward E. Tambunan, spesialis ilmu kedokteran olahraga, masalah obesitas pada remaja umumnya berakar dari masa kanak-kanak. Celakanya, acap kali orang tua tak menyadari hal itu. "Banyak orang tua yang punya informasi terbatas soal pola hidup sehat dan menularkan kepada anak-anak mereka," kata Edward, yang dihubungi Jumat lalu saat meninjau kegiatan para atlet SEA Games di Palembang.

Sekadar contoh, masih banyak orang tua yang menjadikan makanan sebagai hadiah atau iming-iming saat anaknya memiliki masalah emosional. Misalnya, saat anak rewel, agar dia mau berhenti, orang tua menjanjikan makanan ini atau itu. Janjinya, antara lain, membawa si anak menikmati junk food, yang aslinya tidak sehat bagi kesehatan. Buntutnya, asupan makanan pada si anak menjadi tidak terkontrol.

Di samping asupan kalori yang semakin besar dan tak terkendali, sebaliknya Edward melihat anak-anak Indonesia makin jarang bergerak. "Pelajaran olahraga sudah tak cukup untuk memenuhi kebutuhan anak-anak kita bergerak," katanya mengingatkan.

Sejatinya, ada banyak cara memutus jerat obesitas. Sayangnya, informasi tersebut kerap kali tak masuk secara benar di benak para remaja. Penelitian yang dilakukan Philadelphia Youth Risk Behavioral Survey, Amerika Serikat, terhadap 44 ribu remaja di sana, yang hasilnya dilansir dua pekan lalu, menunjukkan hal itu. Banyak responden yang mengalami obesitas hanya punya sedikit pemahaman ihwal bagaimana menurunkan berat badan dengan cara yang sehat dengan perhitungan antara kalori dan olahraga.

Tiga dari empat remaja yang obesitas, demikian survei itu menyebutkan, telah berusaha menurunkan berat badan, tapi mereka juga masih merokok. Besar kemungkinan mereka menganggap merokok merupakan salah satu cara menurunkan berat badan. Padahal anggapan serupa itu salah.

Temuan lain, anak perempuan yang mencoba menurunkan berat badan biasanya menghabiskan 60 menit untuk aktivitas fisik, tapi mereka juga mengkonsumsi minuman bersoda. Menurut Clare Lenhart, kandidat doktoral dalam kesehatan masyarakat dari Temple University in Philadelphia, yang terlibat dalam penelitian ini, paduan seperti itu tidak tepat. "Sekaleng soda mengandung cukup banyak kalori yang bisa mengembalikan semua yang telah dihilangkan oleh aktivitas fisik tersebut," katanya.

Di sisi lain, anak lelaki yang ingin menurunkan berat badan umumnya tak suka berolahraga, tapi malah menghabiskan sekitar tiga jam sehari untuk bermain video game. Jelas, cara ini tak akan efektif melawan obesitas. "Banyak remaja tak tahu bagaimana kalori bisa dibakar dengan olahraga," kata Yolandra Hancock, dokter anak di Children's National Medical Center, Washington.

Selain menekankan pentingnya olahraga, ia menyorongkan info hidup sehat dengan pola 5-2-1-0 untuk mengatasi obesitas. Pola ini berarti lima porsi buah dan sayur, dua jam atau kurang untuk menonton televisi atau bermain video game, satu jam aktivitas fisik, dan sesedikit mungkin atau tidak sama sekali menenggak minuman manis

Lima Cara Mengurangi Sakit Punggung


Menurut sebuah studi yang dilakukan di Amerika Serikat, 8 dari 10 orang pasti mengalami sakit punggung. Kebanyakan dari mereka adalah perempuan yang pernah melewati masa kehamilan. Berikut ini lima cara cepat mengurangi sakit punggung:

1. Makan Brokoli

Kalsium adalah zat terpenting yang dibutuhkan untuk memperkuat tulang. Namun menurut sebuah studi di Jepang, ada zat lain yang dibutuhkan tulang di samping kalsium, yaitu vitamin K. Vitamin ini terdapat pada sayuran hijau, salah satunya brokoli dan bayam.

2. Kurangi membawa beban berat

Jangan pernah membawa beban seperti tas dan benda apa pun yang beratnya lebih dari 10 persen dari berat Anda. Gunakan tali tas yang panjang apabila Anda harus membawa beban lebi berat, dan selempangkan melintasi dada dan bahu. Selain itu pindahkan dari kiri ke kanan dalam beberapa menit.

3. Posisi tidur yang benar

Kasur yang keras tidak begitu bagus untuk punggung Anda. Sebuah studi di Spanyol menyatakan orang yang tidur di kasur yang lebih lembut jarang yang menderita sakit punggung. Penggunaan bantal sebaiknya juga tidak terlalu tinggi. Karena tulang leher akan menekuk dan ini dapat menyebabkan sakit pada punggung.

4. Latih otot perut agar kuat

Memiliki otot perut inti yang kuat dapat melindungi punggung dari cedera. Tidak hanya perut, melatih otot panggul 2 sampai 3 kali seminggu juga dapat melindungi punggung dari cedera.

5. Latih postur tubuh dengan posisi yang benar

Duduk di kursi dengan posisi yang benar selama kurang lebih 8 menit. Pastikan punggung bersandar lurus pada kursi. Atau latih kekuatan punggung dengan menggunakan bola penstabil kurang lebih 20 menit.

Posisi Tidur Bisa Tentukan Suasana Hati Posisi Tidur Bisa Tentukan Suasana Hati

Suasana hati seseorang memang  bisa diperoleh dengan berbagai cara. Termasuk pada posisi tidur. Posisi tidur yang salah bisa bikin badan pegal dan membuat uring-uringan sepanjang hari. 

Sebuah penelitian yang digelar Premier Inn terhadap 3.000 responden menunjukkan, bila seseorang ingin mendapatkan suasana hati yang baik selama seharian, tidurlah sebelah kiri tempat tidur.

Menurut mereka, orang-orang yang cenderung tidur di sebelah kiri kasur akan tampak lebih bahagia dibanding pasangan mereka yang tidur di sebelah kanan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa orang yang tidur di sebelah kiri umumnya lebih ceria, berpikiran positif, dan mampu mengatasi beban pekerjaan dan stres setiap hari.

"Secara jelas penelitian ini menunjukkan pola antara sisi tempat tidur dan suasana hati ketika terbangun. Jadi benar jika ada pepatah mengatakan bahwa bangun dari posisi tempat tidur yang salah," ujar Claire Haigh, juru bicara Premier Inn.

Lebih dari seperempat responden yang tidur di sebelah kiri di kasur memiliki pemikiran positif mengenai kehidupannya secara umum dibandingkan hanya 18 persen responden yang tidur di sebelah kanan kasur yang merasakan hal serupa.

Dua per tiga responden yang tidur di sebelah kiri kasur juga mengungkapkan bahwa mereka merasa lebih tenang dari pasangan mereka ketika mereka menghadapi krisis dan cenderung lebih percaya diri.

Selain itu, mereka juga lebih cenderung memiliki pekerjaan tetap. Sekitar 31 persennya mengakui mereka lebih mencintai pekerjaannya dibandingkan dengan 18 persen responden yang tidur di sebelah kanan kasur.

Namun, sebaiknya jangan lantas terburu-buru ingin meminta bertukar posisi tidur dengan pasangan. Menurut penelitian, responden yang tidur di sebelah kanan kasur cenderung mendapatkan lebih dari sisi kehidupan mereka dibandingkan pasangannya.

2012

Tren Kesehatan 2012: Makanan Organik  
Tahun 2012 sudah di depan mata. Tren hidup sehat Indonesia yang semarak dalam beberapa tahun terakhir diperkirakan masih akan bertahan. Bahkan, makin banyak masyarakat yang beralih ke sajian makanan sehat berbasis organik.

Yang cukup menggembirakan adalah meningkatnya kesadaran para pelaku bisnis untuk menghadirkan makanan sehat berbahan organik. Makanan jenis ini adalah makanan yang tumbuh secara alami tanpa bantuan pupuk kimia atau obat pestisida. Begitupun dengan ikan dan daging-dagingan yang dibesarkan tanpa bantuan obat.

Jenis bahan dasar tersebut memang memerlukan perlakuan yang khusus. Itu mengapa bahan baku makanan itu sulit ditemukan di pasaran dan terbilang mahal. “Karenanya beberapa petani di Lembang dan Sukabumi mulai menanam jenis makanan tersebut,” ujar pengamat kuliner, Arie Parikesit.

Meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi makanan sehat juga terlihat dari kecenderungan mereka untuk menghindari makanan kaya lemak, berkolesterol, dan makanan yang diolah dengan teknik gorengan. “Makanan yang direbus, dikukus, dan dibakar akan makin diminati masyarakat,” katanya.

Kesadaran akan makanan sehat juga tercermin dari kecenderungan masyarakat untuk mengurangi konsumsi nasi. Namun, Arie mengakui makanan pengganti untuk itu, seperti kentang, masih sulit diterima karena dinilai tidak mengeyangkan.

Kucing Lebih Berbahaya untuk Orang Dewasa

Tergoda memelihara anak kucing yang terlihat sangat lucu? Jika belum pernah memelihara kucing waktu kecil, sebaiknya batalkan. Dan jika tetap memutuskan untuk memelihara kucing, jauhkan mereka dari kamar tidur.

Mario Olivieri dari Rumah Sakit Universitas Verona, Italia, menyatakan di Jurnal Alergi dan Imunitas Klinis bahwa orang dewasa berisiko lebih besar terkena alergi dengan kehadiran kucing di rumah dibandingkan anak-anak.

"Data kami mendukung bahwa memperoleh kucing di usia dewasa hampir dua kali lipat berisiko memiliki sensitivitas terhadap kucing," kata Mario seperti dilansir Reuters, 28 Desember 2011. "Karena itu, orang dewasa harus lebih menjauhinya, terlebih mereka yang memiliki sejarah alergi."

Peneliti menemukan bahwa orang yang punya kucing dalam masa kanak-kanak memiliki risiko jauh lebih kecil daripada mereka yang baru memelihara kucing di usia dewasa. Ini karena saat kita kanak-kanak, tubuh membangun perlindungan terhadap kepekaan terhadap kucing. "Benteng" antibiotik ini tidak tercipta saat kita dewasa.

"Jika Anda orang dewasa dengan asma dan/atau alergi, Anda harus berpikir dua kali memelihara kucing dan terutama membiarkannya ke kamar Anda," kata Andy.

Untuk itu, ia merekomendasikan mencari rumah baru untuk hewan peliharaan. Peliharaan mereka juga harus dipastikan berada di luar rumah setiap saat. Soalnya, bulu kucing dan kuman-kumannya bisa menetap hingga bulanan dalam rumah anda. "Kalau memang harus di dalam rumah, setidaknya jauhkan dari kamar tidur Anda," kata dia.

Rahasia Panjang Umur Hingga 22 Tahun

Stres, gaya hidup tidak sehat, jarang olah raga, makanan berlemak membuat tubuh kita sakit. Meninggal dunia di usia muda karena stroke sudah bukan berita baru lagi. Bagaimana cara mencegahnya? Ini lima rahasia yang membuat Anda awet muda bahkan memperpanjang usia hidup hingga 22 tahun.

+ 2 tahun: Pilih salad daripada sup untuk makanan pembuka
Peneliti Italia menemukan makan setidaknya 1 cangkir sayuran mentah setiap hari dapat menambah 2 tahun hidup Anda. Mengapa mentah? Memasak dapat menghabiskan sampai 30 persen dari antioksidan dalam sayuran. Untuk jatah makan Anda, isilah kantongsandwich dengan cincangan paprika merah dan hijau, brokoli, dan wortel. Masukkan kantong ke dalam tas kantor Anda, bersama dengan dressing yang akan meningkatkan penyerapan nutrisi tertentu.

+ 3 tahun: Pelajari hukum Lard: lemak dalam tubuh Anda hari ini bisa membunuh Anda besok
Peneliti dari Universitas Alabama menemukan bahwa kenaikan indeks massa tubuh dari 25 menjadi 35 dapat mempersingkat hidup Anda hingga 3 tahun. (Kelebihan lemak tubuh meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker usus besar). Jika Anda antiolahraga, lakukan dengan pasangan Anda. Sebuah studi dari Duke University menunjukkan kecenderungan 50 persen lebih mungkin untuk berolahraga tiga kali seminggu jika pasangan mereka berpartisipasi.

+ 3 tahun: Makanlah kacang-kacangan segar
Ketika peneliti Loma Linda University melacak kebiasaan gaya hidup dari 34.000 anggota komunitas Adven Hari Ketujuh--populasi yang terkenal panjang umur—peneliti menemukan bahwa mereka yang mengunyah kacang 5 hari seminggu bisa menambah 2,9 tahun hidup di planet ini.

+ 7,5 tahun: Jangan lupakan, teman Anda adalah “punggung” Anda meskipun sama-sama mengidap osteoporosis
Dalam sebuah studi seventysomethings, peneliti Australia menemukan mereka dengan jaringan terbesar teman-teman memiliki usia terpanjang dalam hidup. Untuk pria rata-rata, jaringan pertemanan ini menambahkan hingga 7 tahun hidup di Bumi. Ya, beberapa teman dapat mendorong perilaku berisiko dari waktu ke waktu, tapi persahabatan justru memberikan perlindungan lebih. Jadi cobalah mengenal beberapa wajah baru di tempat kerja, sekadar mengobrol di gym, atau hanya mengatakan "hei" ke tetangga yang belum pernah Anda temui.

+ 7,5 tahun: Katakan pada diri Anda, “Ada kehidupan setelah pensiun”
Dalam sebuah studi di Universitas Yale, orang dengan pandangan positif bisa memundurkan proses penuaan hingga 7 tahun dibanding mereka yang berpikir adalah takdir menjadi tua, lemah, dan sakit. Laporan penelitian Psychosomatic Medicine menyebutkan sikap tidak egois bisa membawa pengaruh positif dan menjauhkan dari obsesi tidak sehat kala usia senja.